RSS

Category Archives: SMKN 4 LANGSA

Nilai K3 Kelas 1 TKJ 1

 

Nilai DKK3 1 TKJ 1

 

SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER KEDUA

Mata Diklat: DKK3
Guru Pembimbing: Roy Sari Milda Siregar
—- Selamat Mengerjakan —-

1.    Kepanjangan dari K3 adalah:
a.    Kesehatan dan keselamatan kerja
b.    Keselamatan dan kesehatan kerja
c.    Kesehatan dan kebiasaaan kerja
d.    Kebiasaan dan kebaikan kerja

2.    Di bawah ini adalah hal-hal yang tidak diperbolehkan ketika berada di ruang laboratorium:
a.    Makan dan minum
b.    Tidak memakai alas kaki
c.    Tangan yang basah
d.    Menggunakan alas kaki dari luar

3.    Kepanjangan K dari singkatan P3K adalah…..
a.    Kesehatan
b.    Keselamatan
c.    Kesejahteraan
d.    Kepedulian

4.    Pada zaman pra-sejarah, cara manusia menjaga kesehatan dan keselamatan kerjanya salah satunya dengan…..
a.    disain yang mengecil pada pegangan tombak
b.    mata tombang yang semakin lonjong dan tajam
c.    ayunan tombak yang menghasilkan momentum
d.    mata kampak yang proporsional

5.    Era revolusi industri turut pula mempengaruhi perkembangan Kesehatan dan Keselamatan Kerja di antaranya dalam hal-hal di bawah ini, kecuali…
a.    pergantian tenaga hewan menjadi mesin-mesin uap
b.    pengenalan metode-metode baru dalam pengolahan bahan baku
c.    pengorganisasian pekerjaan
d.    tidak ada lagi resiko pekerjaan
6.    Di bawah ini adalah tujuan Kesehatan dan Keselamatan Kerja, kecuali……
a.    Mencegah terjadinya penyakit akibat kerja
b.    Meningkatkan derajat kesehatan
c.    Menjaga status kesehatan dan kebugaran pekerja
d.    Meningkatkan jumlah peserta asuransi
7.    Manakah yang bukan fungsi dari kesehatan dan keselamatan kerja….
a.    Memberikan saran terhadap perencanaan dan pengorganisasian praktek kerja
b.    Memantau kesehatan para pekerja
c.    Membuat desain pengendalian bahaya
d.    Menakut-nakuti pekerja akan resiko pekerjaan di suatu bidang kerja
8.    Dalam menilai suatu resiko, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, kecuali…
a.    Bahaya mempunyai sifat yang spesifik
b.    Besarnya angka resiko tidaklah penting, yang penting cara menanggulanginya
c.    Menghindari resiko dengan tidak melakukan apa-apa
d.    Lakukan tindakan perbaikan sesegera mungkin
9.    Macam-macam penanggulangan resiko dapat berupa beberapa bentuk di bawah ini, kecuali….
a.    Eliminasi bahaya
b.    Isolasi
c.    Kontrol administrasi
d.    Benar semua
10.    Terdapat 5 komponen yang memungkinkan untuk terpapar suatu bahaya atau kerugian, yaitu….
a.    Manusia
b.    Alat dan material
c.    Proses dan lingkungan
d.    Nasip sial
Essay
1.    Mengapa Kesehatan dan Keselamatan Kerja sangat penting diterapkan di dunia kerja dan pendidikan khususnya pada laboratorium computer sekolah?
2.    Apa sajakah sikap yang harus dimiliki oleh seorang penolong yang akan melakukan tindakan penyelamatan P3K?
3.    Apakah yang dimaksud dengan kondisi near miss? Sebutkan salah satu contohnya!
4.    Sebutkan macam-macam cedera yang kamu ketahui!
5.    Ceritakanlah tentang pengalaman pribadimu dalam menghindari resiko bahaya di jalan raya!

 

 

UAS DKK3 dan K3

SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER KEDUA
MATA DIKLAT: DKK3 DAN K3
20 CHOICE DAN 10 ESSAY

1.    Kepanjangan dari K3 adalah:
a.    Kesehatan dan keselamatan kerja
b.    Keselamatan dan kesehatan kerja
c.    Kesehatan dan kebiasaaan kerja
d.    Kebiasaan dan kebaikan kerja
e.    Kesehatan dan kesejahteraan kerja

2.    Di bawah ini adalah hal-hal yang tidak diperbolehkan ketika berada di ruang laboratorium:
a.    Makan dan minum
b.    Tidak memakai alas kaki
c.    Tangan yang basah
d.    Menggunakan alas kaki dari luar
e.    Memakai pakaian praktikum

3.    Kepanjangan K dari singkatan P3K adalah…..
a.    Kesehatan
b.    Keselamatan
c.    Kesejahteraan
d.    Kepedulian
e.    Kecelakaan

4.    POST merupakan salah satu cara untuk mengetahui apakah sebuah perangkat computer dapat bekerja dengan baik. POST dilakukan secara otomatis pada saat computer….
a.    Pertama kali booting
b.    Akan di-shut down
c.    Sedang diinstal system operasinya
d.    Sedang melakukan pengecekan pada system
e.    Dipartisi

5.    Di bawah ini adalah tanda-tanda terjadinya kerusakan pada computer, kecuali…
a.    Muncul suara beep
b.    Muncul tulisan error pada monitor saat akan membuka aplikasi tertentu
c.    Warna biru pada monitor
d.    Monitor tidak hidup sama sekali
e.    Proses POST dapat dilalui dengan baik

6.    Di bawah ini adalah langkah-langkah pengecekan kerusakan pada PC (personal computer), kecuali….
a.    Mengidentifikasi permasalahan
b.    Menganalisis permasalahan
c.    Mengklarifikasi permasalahan
d.    Menentukan hipotesa dan mengisolasi permasalahan
e.    Menginstalasi ulang system pada PC

7.    Personal Komputer (PC) terbagi atas dua bagian yaitu hardware dan software, yang dikategorikan ke dalam hardware adalah….
a.    System operasi
b.    Program aplikasi
c.    Pembagian partisi
d.    Motherboard
e.    windows media player

Essay
1)    Untuk mendiagnosis permasalahan pada computer perlu dilakukan suatu langkah-langkah yang terstruktur. Sebutkan langkah-langkah yang dimaksud!
2)    Mengapa Kesehatan dan Keselamatan Kerja sangat penting diterapkan di dunia kerja dan pendidikan khususnya pada laboratorium computer sekolah?
3)    Personal computer memerlukan perangkat pendukung yang disebut peripheral, sebutkan contoh-contoh perangkat pendukung yang dimaksud!
4)    Jika klik kiri pada mouse tidak dapat berfungsi, sebutkan langkah-langkah hipotesa kerusakan yang kamu lakukan!
5)    Apa sajakah sikap yang harus dimiliki oleh seorang penolong yang akan melakukan tindakan penyelamatan P3K?

 

Konsep Pendidikan Lingkungan Hidup Di Sekolah

Organisasi Keselamatan Kerja

Tujuan utama dibentuknya organisasi keselamatan kerja ialah untuk mengurangi tingkat kecelakaan,sakit, cacat dan kematian akibat kerja, dengan lingkungan kerja yang sehat, bersih, aman dan nyaman. Organisasi bisa dibentuk di tingkat pemerintah, perusahaan atau oleh kelompok atau serikat pekerja.

Di Amerika, organisasi keselamatan kerja bagi pekerja swasta dibentuk dibawah OSHA (OccupationalSafety and Healthy Administration) OSHA membuat peraturan yang berkaitan dengan keselamatan dankesehatan kerja. Organisasi ini terdiri dari 4 bagian: Bagian Perencanaan, Operasi, Logistik dan bagiankeuangan. Personal organisasi bisa terdiri dari pemerintah, kepolisian, dokter, psikolog, tenaga ahliteknik, ahli jiwa, dsb.

Di Indonesia, organisasi pemerintah yang menangani masalah keselamatan kerja di tingkat pusatdibentuk di bawah Direktorat Pembinaan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Di samping ituorganisasi macam ini juga dibentuk di perusahaan perusahaan dan ikatan ahli tertentu.

A.      CARA MENJAGA KEBERSIHAN DI RUANG KERJA

“Kebersihan pangkal Kesehatan” pemeo ini tidak akan pernah usang karena memang bahwa kebersihan menjadi awal hidup sehat. Bahkan dalam agama Islam menyebutkan bahwa kebersihan sebagian dari keimanan. Untuk melaksanakan butir-butir keimanan seperti sholat, puasa, dan haji, badan dan rohani harus dalam keadaan bersih. Dari sini dapat kita fahami kebersihan memang nilai yang sangat tinggidalam kehidupan tak terkecuali dalam dunia kerja. Dunia kerja membutuhkan kebersihan untuk kenyamanan dalam setiap orang bekerja. Tanpa ruang kerja atau tempat kerja yang bersih maka perasaan nyaman saat bekerja tidak diperoleh. Jika perasaan nyaman tidak diperoleh oleh staf dan karyawan maka jelas akan menurunkan produktifitas kerja yang pada akhirnya akan menurunkan produktifitas perusahaan. Kondisi ini tentu tidak diinginkan oleh siapapun tak terkecuali manajemen perusahaan. Komputer merupakan alat elektronik yang sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan. Lingkunganyang nyaman akan membantu kinerja baik dari sisi brainware (staf dan karyawan) maupun hardware(komputer dan periferalnya) itu sendiri.

 

Beberapa point penting kondisi lingkungan agar diperoleh kenyamanan bekerja dan keamanan kinerja komputer, antara lain:

  1. Selalu tersedia tempat sampah.

Seperti di awal dijelaskan bahwa kebersihan adalah nilai pentingdalam bekerja, oleh karena itu lingkungan yang bersih mutlak adanya untuk kenyamanan bekerja. Ketersediaan tempat sampah yang memadai diperlukan agar lingkungan menjadi bersih. Untukkemudahan daur ulang, sampah sebaiknya dibedakan atas sampah organik dan sampah nonorganik.

Jangan makan dan minum di depan komputer. Makanan dan atau minuman  engundangdatangnya hewan yang menyukai seperti semut, tikus dan kecoa. Kehadiran hewan ini akanmengganggu kinerja komputer dan juga dapat mengganggu kesehatan pekerja.

Sebisa mungkin ruangan ber AC. Sudah disebutkan diatas bahwa komputer adalah alat yangsensitif oleh perubahan lingkungan termasuk suhu udara. Kinerja komputer dapat terganggu olehsuhu dan kelembaban ruangan yang tinggi. Oleh karena itu ruang sebaiknya diatur suhu dankelembaban dengan menggunakan AC.

Berkarpet untuk menghindari listrik statis. Rangkaian elektronik yang ada dalam komputer jugasensitif terhadap listrik statis. Listrik statis dapat merusak data yang ada dalam komputer bahkanrangkaian itu sendiri. Oleh karena itu listrik statis harus dihindari.

Untuk kerapian, ada space untuk kabel di bawah lantai. Cara yang digunakan yaitu semacampanggung kecil setinggi kurang lebih 5-10cm di atas lantai. Perkabelan baik power/listrik maupun jaringan diletakkan di antara panggung dan lantai. Hal ini dimaksud untuk kerapihan.

Tidak menggunakan alas kaki dari luar. Dikarenakan ruang telah ber AC dan berkarpet, makatidak dianjurkan menggunakan alas kaki dari luar. Hal ini untuk menghindari masuknya debu dariluar. Debu merupakan salah satu musuh komputer. Selain menyebabkan kotor juga dapatpenyebabkan listrik statis. Sebagai gantinya, di dalam ruang komputer tersedia alas kaki khususdigunakan di ruang tersebut.

Ada cover untuk keyboard dan monitor. Keyboard merupakan salah satu bagian komputer yangrawan terhadap debu karena bentuknya yang banyak lekuk. Untuk menghidarinya makasebaiknya keyboard dan monitor menggunakan cover khusus.

Kerapihan kabel power, dijapit dengan tali pengikat kabel. Untuk kerapihan kabel komputer yangmemang terdiri dari banyak kabel (minimal kabel power, kabel mouse, kabel monitor, dan kabelkeyboard) maka sebaiknya kabel diikat menggunakan pengikat kabel dari plastik.

Selalu menggunakan mouse pad. Mouse baik yang menggunakan teknologi trackball maupunlampu infra red. Hal ini penting untuk kenyamanan pengguna.

jika mouse menggunakan trackball selalu dibersihkan berkala. Trackball mouse terdiri dari bagianbola dan sensor. Seringkali debu mengotori bola dan sensor sehingga mengganggu sensitifitasmouse bahkan terkadang pointer di layar seolah “lari” sendiri. Untuk menghindari hal tersebut,sesering mungkin mouse dibersihkan dengan membuka cap yang ada di bagian bawah.

Datangnya cahaya dari kiri atau kanan, tidak boleh dari depan. Pencahayaan sangat pentinguntuk menghindari dari kasus ketidaknyamanan mata dalam bekerja. Sinar baik alami maupunbuatan dari lampu sebaiknya berasal dari sisi kiri pekerja agar tidak menimbulkan bayangantangan saat menulis

Jika monitor CRT cahaya tidak boleh dari belakang. Saat menggunakan komputer khususnyadengan monitor CRT sebaiknya hindari penggunaan cahaya yang berasal dari belakang. Hal iniuntuk menghindari rasa silau dalam menatap monitor karena sifatnya yang sedikit cembungsehingga apa yang ada di layar monitor tidak dapat terlihat dengan jelas.

Pada ruangan berAC sewaktu waktu dibuka untuk pergantian udara (ventilasi). Agar udara dalamruang ber AC dapat berganti maka sewaktu-waktu ventilasi dibuka dengan mematikan terlebihdahulu AC yang ada. Perlakuan ini tidak membutuhkan waktu yang cukup lama, cukup selama 1 jam dalam seminggu. Udara yang selalu terperangkap dalam ruang ber AC tanpa diganti tidakmenyehatkan. Selain agar sehat juga untuk menghindari bau-bau yang mungkin tidak nyaman.

Lokasi ruang komputer dalam ukuran besar misalnya data centre harus jauh dari bahaya banjir, jauh dari pemukiman penduduk tapi mudah transportasi. Bagi sebuah sebuah perusahaan besar,data center mutlak adanya, data merupakan aset paling berharga. Untuk menghindari darikemungkinan bahaya yang mengancam atas data yang ada maka ruang komputer sebaiknya jauh dari kemungkinan bahaya banjir dan kebakaran. Untuk itu penempatan ruang komputer jauhdari sungai besar yang mempunyai sejarah banjir, jauh dari pemukiman padat penduduk untukmenghindari kebakaran dan daerah yang rawan oleh sambaran petir.

 

TUGAS: Diskusikan dengan teman kelompokmu, 10 langkah dan cara menjaga kebersihan di lingkungan sekolah. Jelaskan mengapa cara dan langkah tersebut dapat efektif diterapkan di sekolahmu!

 

Tags: , , , , ,

BEBERAPA KECELAKAAN DAN PERTOLONGANNYA

1.Pingsan

Yaitu korban tidak sadarkan diri tetapi nafasnya ada.Macam-macam pingsan:a. Pingsan karena sengatan matahariGejalanya: penghentian keringat yang tiba-tiba, korban lemah, sakit kepala, tidak dapat berjalan tegak,suhu tubuh 40-41ºC, pernapasan cepat dan tidak teratur.Pertolongan: baringkan ditempat teduh dan banyak angin, komperes seluruh tubuh dengan air dingin,usahakan agar tidak mengigil dengan memijat kaki dan tangan, bila keadaan tidak membaikbawa kerumah sakit.b. Pingsan karena kelelahan/ kelaparanGejalanya: Kedinginan dan berkeringat, lemah, pandangan berkunang-kunang, kesadaran menurun.Pertolongan: baringkan ditempat datar, letakkan kepala lebih rendah dari kaki,buka baju bagian atas, dankendurkan pakaian yang menekan. Bila muntah miringkan kepala, beri bau-bauan yangmerangsang, setelah sadar beri minuman air gula.

 

2. Shock

Yaitu: peredaran darah terganggu karena kekurangan cairan sehingga mengakibatkan terganggunya alattubuh.Gejalanya: kesadaran menurun, denyut nadi cepat >140/menit dan semakin lama melambat bahkan hilang,penderita mual, kbadan dingin, lembab&pucat,napas tidak teratur, pandangan kosong,tidakbercahaya, pupil melebar.Pertolongan: Baringkan kepala lebih rendah dari kaki kecuali gegar otak, tarik lidah penderita keluar,bersihkan hidung dan mulut dari sumbatan, selimuti, hentikan pendarahan bila ada patah tulangpasang bidai, bawa keRS

 

3. Keseleo

Keadaan dimana persendian keluar dari sendinya, lalu kembali lagi.

Pertolongannya:

-Istirahatkan korban dengan letak keseleo ditnggikan-Boleh dikomperes air hangat dan urut hati-hati-Bila lutut dipasang kness dekker, lakukan pembalutan agar keras pada bagian lain-Bawa ke RS untuk memastikan apakah ada retak atau patah tulang

 

4. Patah tulang

Menurut kontaminasinya:patah tulang tertutup: ujung tulang tak berada di luartanda-tanda: gerakan tak normal, tambahan adanya bengkak, sakit bila digerak.

Pertolongan:

usahakan tulang yang patah tidak bergerak dengan memasang bidai dan bawa keRS.b. Patah tulang terbuka: ujung tulang berada di luar.Tanda-tanda: tulang mencuat keluar, menjadi kotor, pendarahan sulit dihentikan.

Pertolongan:

mencuci luka dengan air bersih, tulang yang keluar dimasukan, tutup dengan kassa steril,gunakan anti septic, pasang perban elastic dan setelah selesai pasang bidai dan langsung transportas

 

Jenis patah tulang terbuka:

4.1. patah tulang belakang,Sulit ditentukan bila keliru akan fatal

Pertolongan: bila korban jatuh atau jatuh terduduk yang keras dan mengeluh sakit di punggung dan nyeri jika ditekan maka korban tidak boleh duduk, punggung harus tetap datar dan di transportasi dalamkeadaan telentang dan di bidai.

 

4.2. Patah tulang panggul.Sulit menentukannya

Pertolongan:

bila korban jatuh terduduk atau miring dan mengeluh nyeri dan sakit untuk duduk, makalangsung saja di transportasi dalam keadaan berbaring.

4.3. Patah tulang rusuk.Tanda-tanda: ada trauma, untuk bernapas dalam sakit, nyeri tekan napas tertahan.

Pertolongan:

hati-hati jangan sampai mengangkat dengan menekan daerah dada karena bisa jadipatahan tulang rusuk menembus paru-paru ynag akan berakibat fatal. Dapat dibantu denganpemasangan plester lebar dari punggung, memutar ke dada, secara perlahan langsung transportasi keRS, korban dalam keadaan duduk atau berbaring asal bagian yang patah tidak tertekan

 

.4.4. Patah tulang kecil-kecil.

Pertolongan:

untuk meta karpal dan jari-jari tangan, korban menggenggam bola karsa kemudian dibalutdengan elastic perban. Tetapi untuk metatarsalia dan jari-jari kaki cukup langsung dipasang perbanelastic.

 

5. Penyakit Penggunungan (Mountain Sickness)

Terjadi pada ketinggian 2000 mdpl reaksinya tergantung pada daya tahan tubuh orang yang bersangkutan:a. Penyakit kegunungan yang akut.Gejala: penderita measa pusing, sakit kepala, lelah, mengantuk, kedinginan, mual, dan muntah-muntah,pucat, sesak, gelisah, susah konsentrasi, susah tidur. Hal ini karena oksigen daam tubuh berkurang.Pertolongan: Istirahatkan selama 24 s.d. 48 jam, bila tidak ada perubahan turunkan ke tempat yang lebihrendah.Penyakit pegunungan akut disertai kelainan paru-paru.Terjadi pada ketinggian diatas 3000 mdpl, Gejala: munculnya 36 jam setelah tiba di tempat tersebut.Tanda-tanda: batuk kering, bahkan batuk berdarah, seesak napas, dada terasa teretekan denyut nadi makincepat, penderita pucat, membiru kemudian pingsan.Pertolongan: baringkan dengan kepala lebih rendah dari bagian tubuh lainnya, berikan pernapasan buatanbila perlu, turunkan penderita ke tempat yang lebih rendah, bawa ke RS.

 

6. Luka bakar.

Luka disebabkan karena api, benda-benda panas, air panas, liran listrik, dan bahan kimia.Derajat Luka Bakar:Derajat I: hanya mengenai permukaan (epidermis), berupa warna kemerahan pada kulit, ada rasa nyeri,biasanya sembuh spontan dalam waktu 7-10 hari.Derajat II: mengenai lapisan dermis, terjadi gelembung berisi cairan, terasa nyeri, dengan peralatan baiksembuh dalam waktu 10-14 hari

 

Tags: ,

Penyebab Umum Kecelakaan

Coba pertimbangkan statistik ini: 80 dari 100 kecelakaan dikarenakan oleh keselahan manusia yang mengakibatkan kecelakaan. Tindakan yang tidak aman menyebabkan 4 kali sama banyaknya kecelakaan dan cidera akibat kondisi yang tidak aman.

Ada banyak alasan mengapa kecelakaan terjadi. Kebanyakan industi orang cenderung melihat sesuatu untuk disalahkan ketika terjadinya kecelakaan, karena lebih mudah dibandingkan mencari penyebab kecelakaan seperti daftar dibawah ini. Pertimbangkan penyebab kecelakaan yang dijelaskan. pernahkan Anda merasa bersalah terhadap tidakan atau perilaku berikut ini? Jika ya, Anda mungkin tidak mengalami cidera tetapi lain kali Anda mungkin tidak seberuntung sekarang.

  1. Mengambil Jalan Pintas: Tiap hari kita mengambil keputusan dan berharap akan membuat pekerjaan lebih cepat dan lebih efisient. Tetapi apakah waktu yang mengamankan tiap resiko keselamatan Anda, atau apakah anggota yang lain? Jalan pintas menurunkan keselamatan ada dalam bekerja tetapi meningkatkan kemungkinan Anda cidera.
  2. Percaya diri yang berlebih: percaya diri itu bagus. Terlalu percaya diri telalu bagus. ‘ini tidak pernah terjadi ke saya” perilaku seperti ini dapat menyebabkan prosedur, perkakas atau metode kerja yang tidak benar dalam pekerjaan Anda, Hal ini dapat menyebabkan Anda cidera.
  3. Memulai tugas dengan instruksi yang tidak tuntas: Untuk melakukan pekerjaan dengan aman dan benar pertama kali Anda perlu informasi yang tuntas. Pernahkan Anda melihat seorang pekerja disuruh melakukan pekerjaan, hanya diberikan sebagian instruksi kerja? Jangan malu bertanya untuk dijelaskantentang prosedur kerja dan peringatan keselamatan. Hal ini tidaklah membuat Anda bodoh bertanya tentang hal ini tetapi Anda salah jika tidak bertanya.
  4. Kerapian yang buruk: ketika klien, manajer, atau petugas keselamatan melewati area kerja Anda, kerapian adalah indikator yang akurat menilai perilaku seseorang tentang qualitas, produktifitas dan keselamatan. Kerapihan yang buru membuat berbagai tipe bahaya. Area yang rajin dirawat membuat standar untuk yang lain ikuti. kerapihan yang baik meliputi kebanggaan dan keselamatan.
  5. Tidak memperdulikan prosedur keselamatan: Dengan senganja tidak memperdulikan prosedur keselamatan dapat membahayakan Anda dan rekan kerja Anda. Anda digaji untuk mengikuti kebijakan keselamatan perusahaan bukan membuat aturan Anda sendiri.
  6. Ganguan mental dari pekerjaan: memiliki hari yang buru di rumah dan cemas dengan permasalahan dirumah ketika di tempat kerja adalah kombinasi yang berbahaya. Mental yang jatuh dapat membuat fokus anda buyar untuk mengikuti prosedur kerja aman. Anda juga dapat terganggu ketika anda sibuk bekerja dan teman anda lewat sambing berbicara ke adan saat Anda sedang melakukan pekerjaan.
  7. Gagal merencanakan pekerjaan: Banyak pembicaraan hari ini tentang analisa bahaya kerja JSA adalah cara yang efektif untuk menemukan cara yang pintar untuk bekerja dengan aman dan efisien. Bekerja dengan tergesa-gesa saat memulai pekerjaa, atau tidak berfikir tentang proses kerja dapat menempatkan anda melakukan cara yang berbahaya. Lebih baik rencanakan pekerjaan anda kemudian bekerjalah sesuai recana tersebut.
 

Tags:

RESIKO DAN PENANGGULANGANNYA

RESIKO
Resiko adalah besarnya kesempatan dua atau lebih bahaya bertemu dan mengakibatkan terjadinya suatu kerugian atau insiden, atau
Resiko adalah besarnya kecenderungan atau kemungkinan timbulnya kerugian dari suatu bahaya
Resiko adalah kecenderungan atau kemungkinan seseorang terpapar suatu bahaya atau bahan yang dapat merugikan.
Bahaya dapat diidentifikasikan berdasar tingkat resikonya. Tingkat resiko ditempat kerja dirumah atau dilingkungan mana anda berada akan sangat berbeda-beda. Dari itu pembuatan klasifikasi ditujukan untuk menentukan prioritas penanganan dan pengendalian bahaya.

Tingkat resiko secara umum ditentukan dengan memperhatikan 3 (tiga) hal yaitu :
1. Probability atau kemungkinan suatu bahaya menjadi penyebab kecelakaan.
2. Frequency atau tingkat keseringan orang/harta benda terpapar bahaya tersebut
3. Saverity atau tingkat keparahan suatu kecelakaan yang disebabkan bahaya tersebut.
Formula dari Resiko adalah :

R = P X F X S

RESIKO : Kemungkinan x Keparahan X Keseringan

Dalam menilai suatu resiko, ada beberapa harus diperhatikan :
Bahaya mempunyai sifat spesifik, tergantung pada ruang/tempat, waktu dan massa sehingga satu jenis bahaya, dapat mempunyai nilai resiko yang berbeda.
Besarnya angka resiko tidaklah penting. Yang penting adalah langkah pengendalian resiko yang dilakukan.
Kakukan tindakan perbaikan segera, jika ditemukan bahaya dengan tingkat kekritisan yang tinggi.

Penanggulangan Resiko
· Eliminasi bahaya (Menghilangkan)
· Isolasi (Pemisahan/menutup)
· Penanggulangan melalui rekayasa
· Subtitusi (mengganti)
· Kontrol Administrasi
· Pelatihan
· Alar Perlindungan Diri

Ad.1. Eliminasi Bahaya
Menghilangkan suatu bahaya (eliminasi) adalah jalan pertama dalam mengantisipasi bahaya yang didapat. Menghilangkan dapat juga berarti meniadakan sumber bahaya sampai pada titik nol. Jika ada suatu benda atau material yang dapat menyebabkan suatu bahaya pada tingkat yang sangat fatal dan sesegera mungkin harus dihilangkan.

Ad.2. Isolasi
Pemisahan/menutup, adalah menutup sumber bahaya yang ada. Seperti menutup lubang yang terbuka di tempat yang diperkirakan akan mendapat suatu kecelakaan ditempat, memisahkan arus energi listrik agar tidak terjadi arus pendek dsb.

Ad. 3. Subtitusi
Mengganti alat atau material yang dianggap atau teridentifikasi terjadinya suatu bahaya yang bisa penyebab terjadinya suatu insiden. Mengganti sesuatu yang tidak cocok dengan peruntukannya. Misalnya, Karena material yang dipakai banyak orang yang teridentifikasi terkena suatu penyakit, maka bahan atau material tsb harus diganti dengan yang lain. Contoh

Ad. 4. Kontrol Administrasi
Sangksi dan teguran adalah salah satu bentuk kontrol administrasi yang harus diberikan kepada orang yang bertindak dapat menyebabkan suatu kecelakaan.

Ad. 5. Pelatihan
Pelatihan (teori – praktek) sangat dibutuhkan kepada setiap orang agar mereka dapat mengetahui hal-hal yang dapat menyebabkan terjadinya suatu kecelakaan. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari pemberian pelatihan ini, konsistensi dan pengawasan senantiasa tetap dilaksanakan agar semua yang diajarkan dapat berjalan dengan maksimal.

Ad. 6. Alat Pelindung Diri (APD)
Alat pelindung diri adalah usaha yang paling minimal dari pengendalian suatu resiko. Karena dengan pemberian APD kepada setiap karyawan dan tamu yang berada diarea kerja, sudah menjadi usaha yang paling minimal dalam mencegah suatu bahaya.

 

 

 

Tags: ,

PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN (P3K)

A. UMUM

P3K merupakan sebuah pengetahuan dan keterampilan karena jika kita hanya mengetahui teorinyasaja tanpa melakukan latihan atau praktek, maka mental kita tidak terlatih ketika kita benar-benarmenghadapi kejadian sebenarnya. Sebaliknya jika kita langsung praktek tanpa membaca teori kemungkinanbesar kita akan melakukan pertolongan yang salah pada korbanSebagai seorang pecinta alam, materi ini penting untuk dipelajari, karena kondisi alam seringkalitidak dapat diduga dan sangat mungkin terjadi kecelakaan yang tidak kita harapkan. Sedangkan tenagamedis, sarana dan prasarana kesehatan sulit untuk dijangkau. Maka satu-satunya pilihan adalah mencobamelakukan pertolongan sementara pada korban kerumah sakit atau dokter terdekat.

B. MAKSUD, KEGUNAAN DAN TUJUAN P3KMaksud P3K

adalah untuk memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan ditempat kejadian dengancepat dan tepat sebelum tenaga medis datang atau sebelum korban dibawa kerumah sakit agar kejadianyang lebih buruk dapat dihindari.

Tujuannya adalah mencegah maut dan mempertahankan hidup, mencegah penurunan kondisi badan atau cacat.

C. SIKAP, KEWAJIBAN DAN WILAYAH SEORANG PENOLONG

Sikap penolong :

Tidak panik, bertindak cekatan, tenang tidak terpengaruh keluhan korban jangan menganggapenteng luka yang diderita korban.

Melihat pernapasan korban jika perlu berikan pernapasan buatan.

Hentikan pendarahan, terutama luka luar yang lebar.

Perhatikan tanda-tanda shock.

Jangan terburu-buru memindahkan korban, sebelum kita dapat menentukan jenis dan keparahanluka yang dialami korban.

 

Kewajiban Penolong :

Perhatikan keadaan sekitar tempat kecelakaan

Perhatikan keadaan penderita

Merencanakan dalam hati cara-cara pertolongan yang akan dilakukan

Jika korban meninggal beritahu polisi atau bawa korban kerumah sakit

 

Wilayah Penolong:

Pertolongan pertama pada kecelakaan sifatnya semantara. Artinya kita harus tetap membawa korban kedokter atau rumah sakit terdekat untuk pertolongan lebih lanjut dan memastikan korban mendapatkan pertolongan yang dibutuhkan.

 

TEKNIK DALAM P3K

D.1. Prioritas dalam P3K

  • Urutan tindakan secara umum:
  • Cari keterangan penyebab kecelakaan
  • Amankan korban dari tempat berbahaya
  • perhatikan keadaan umum korban; gangguan pernapasan, pendarahan dan kesadaran.
  • segera lakukan pertolongan lebih lanjut dengan sarana yang tersedia.
  • apabila korban sadar, langsung beritahu dan kenalkan. Selain itu ada juga yang dinamakan prinsip life saving, artinya kita melakukan tindakan untukmenyelamatkan jiwa korban (gawat darurat) terlebih dahulu, baru kemudian setelah stabil disusultindakan untuk mengatasi masalah kesehatan yang lain. Gawat darurat adalah suatu kondisi dimanakorban dalam keadaan terancam jiwanya, dan apabila tidak ditolong pada saat itu juga jiwanya tidakbisa terselamatkan.

 

D.2. Pembalutan

Tujuan dari pembalutan adalah untuk mengurangi resiko kerusakan jaringan yang telah ada sehinggamencegah maut, menguangi rasa sakit, dan mencegah cacat serta infeksi.

Kegunaan pembalutan adalah:

1. menutup luka agar tidak terkena cahaya, debu, kotoran, dll.

2. melakukan tekanan

3. mengurangi atau mencegah pembengkakan

4. membatasi pergerakan

5. mengikatkan bidai.

Macam-macam pembalutan:

1. Pembalutan segitiga atau mitela. Pembalut segitiga dibuat dari kain putih yang tidak berkapur (mori), kelihatan tipis, lemas dan kuat.Bisa dibuat sendiri, dengan cara memotong lurus dari salah satu sudut suatu kain bujur sangkar yangpanjang masing-masing sisinya 90 cm sehingga diperoleh 2 buah pembalut segitiga.

2. Pembalut PlesterDigunakan untuk merekatkan kain kassa, balutan penarik (patah tulang, sendi paha/ lutut meradang),fiksasi (tulang iga patah yang tidak menembus kulit), Beuton (alat untuk merekatkan kedua belahpinggir luka agar lekas tertutup).

3. Pembalut Pita Gulung.

4. Pembalut Cepat.Pembalut ini siap pakai terdiri dari lapisan kassa steril, dan pembalut gulung.

Indikasi pembalutan: Menghentikan pendarahan, melindungi bakteri/kuman pada luka, mengurang rasa nyeri.

Bentuk dan anggota tubuh yang dibalut:

1. Bundar, pada kepala

2. Bulat panjang tapi lonjong, artinya kecil ke ujung, besar ke pangkal, pada lengan bawah dan betis3. Bulat panjang hamper sama ujung dengan pangkalnya, pada leher, badan, lengan atas, jari tangan.4. Tidak karuan bentuknya, pada persendian

 

D.3. Pembidaian

Bidai adalah alat yang dipakai untuk mempertahankan kedudukan (fiksasi) tulang yang patah.Tujuannya, menghindari gerakan yang berlebihan pada tulang yang patah. Syarat pemasangan bidai:

1. Bidai harus melebihi dua persendian yang patah

2. Bidai harus terbuat dari bahan yang kuat, kaku dan pipih.

3. Bidai dibungkus agar empuk

.4. Ikatan tidak boleh terlalu kencang karena merusak jaringan tubuh tapi jangan kelonggaran.

Alat-alat bidai:

1. Papan, bamboo, dahan

2. Anggota badan sendiri

3. Karton, majalah, kain

4. Bantal, guling, selimut

 

D.4. Pernafasan buatan

Sering disebut bantuan hidup dasar (BHD) atau resusitasi jantung paru (RJP) intinya adalah melakukanoksigenasi darurat. Dilakukan pada kecelakaan:1. Tersedak,2. Tenggelam3. Sengatan Listrik,4. Penderita tak sadar,5. Menghirup gas dan atau kurang oksigen,6. serangan jantung usia muda, henti jantung primer tejadi.

Fase RJP: A = Airway control (pengeluasaan jalan napas),B = Breathing support (ventilasi buatan dan oksigenasi paru darurat)C = Circulation (pengenalan ada tidaknya denyut nadi)Untuk teknik RJP dapat dilihat pada lampiran gambar.

E. Evakuasi dan Transportasi

Evakuasi adalah kegiatan memindahkan korban dari lokasi kecelakaan ke tempat lain yang lebih amandengan cara-cara yang sederhana di lakukan di daerah-daerah yang sulit dijangkau dimulai setelahkeadaan darurat. Penolong harus melakukan evakuasi dan perawatan darurat selama perjalanan.Cara pengangkutan korban:1. Pengangkutan tanpa menggunakan alat atau manualPada umumnya digunakan untuk memindahkan jarak pendek dan korban cedera ringan, dianjurkanpengangkatan korban maksimal 4 orang2. Pengangkutan dengan alat (tandu

Rangkaian pemindahan korban:

1. persiapan,

2. pengangkatan korban ke atas tandu,

3. pemberian selimut pada korban,

4. Tata letak korban pada tandu disesuaikan dengan luka atau cedera.

 

Prinsip pengangkatan korban dengan tandu:

  1. pengangkatan korban,Harus secara efektif dan efisien dengan dua langkah pokok; gunakan alat tubuh (paha, bahu,panggul), dan beban serapat mungkin dengan tubuh korban.
  2. Sikap mengangkat.Usahakan dalam posisi rapi dan seimbang untuk menghindari cedera.
  3. Posisi siap angkat dan jalan.Biasanya posisi kaki korban berada di depan dan kepala lebih tingi dari kaki, kecuali;

a)      menaik, bila tungkai tidak cedera,

b)      menurun, bila tungkai luka atau hipotermia,

c)       mengangkut ke samping,

d)      memasukan ke ambulan kecuali dalam keadaan tertentu

e)      kaki lebih tinggi dalam keadaan shock.

 

F. TRANSPORTASI

Merupakan kegiatan pemindahan korban dari tempat darurat ke tempat yang fasilitas perawatannyalebih baik, seperti rumah sakit. Biasanya dilakukan bagi pasien/ korban cedera cukup parah sehinggaharus dirujuk ke dokter.Tata cara pemindahan korban:a. Dasar melakukan pemindahan korban; aman, stabil, cepat, pengawasan korban, pelihara udara agartetap segar.b. Syarat pemindahan korban:1. korban tentang keadaan umumnya cukup baik2. tidak ada gangguan pernapasan3. pendarahan sudah di atasi4. luka sudah dibalut5. patah tulang sudah dibidaiSepanjang pelaksanaan pemindahan korban perlu dilakukan pemantauan dari korban tentang:- Keadaan umum korban- Sistem persyarafan (kesadaran)- Sistem peredaran darah (denyut nadi dan tekanan darah)- Sistem pernapasan- Bagian yang mengalami cedera.

 

Tags: , , , , ,

TUGAS KELOMPOK: SEJARAH PERKEMBANGAN K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja)


  1. Kapan pertama kali manusia mulai peduli pada kesehatan dan keselamatan kerja?
  2. Dalam bentuk apakah K3 diterapkan pada masa itu?
  3. Pada abad ke berapakah manusia pertama kali menggunakan batu bata untuk kontruksi?
  4. Apakah penerapan K3 yang dilakukan oleh Firaun pada masa mesir kuno?
  5. Pada zaman apakah angkatan perang mulai diberi pelayanan kesehatan?
  6. Sebutkan dua penerapan K3 yang dilakukan pada abad pertengahan!
  7. Kapankah prinsip ventilasi di pertambangan mulai diterapkan untuk pertama kalinya? Dan, untuk tujuan apa?
  8. Sebutkan salah satu buku yang sangat terkenal yang masih sering menjadi referensi oleh ahli K3 sampai sekarang?
  9. Pada era revolusi industri (Traditional Industrilization) muncul penyakit-penyakit yang berhubungan dengan pemajanan karbon dari bahan-bahan sisa pembakaran, apakah faktor penyebab dan pendukungnya?
  10. Dalam bidang apakah K3 diterapkan pada era industri modern? Sebtukan contohnya!
  11. Jelaskan tentang perkembangan K3 pada era manajemen modern!
  12. Pada era mendatang, ke arah manakah penerapan K3 akan dikembangkan?
 

Tags: ,

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 723 other followers